Rabu, 31 Maret 2010

kesusastraan melayu

KESUSASTRAAN MELAYU

A.Sejarah Sastra Melayu
Dr.Anshari M.Hum membagi sejarah sastra melayu dalam dua masa yaitu sastra melayu klasik (lama) dan sastra melayu modern (sastra Nusantara,2008,7-24).
Sastra Melayu Klasik
Sastra melayu klasik bermula pada abad ke-16 Masehi.Semenjak itu sampai sekarang gaya bahasanya tidak banyak berubah.Dalam buku sejarah kesusastraan melayu klasik, 1970 karangan Dr.Liaw Yock Fang dikemukakan bahwa kesusastraan lama terdiri dari dua bentuk yaitu puisi dan prosa.Dilihat dari jenisnya sastra melayu lama terdiri dari cerita asal-usul,cerita binatang,cerita jenaka,dan cerita pelipur lara.Untuk zaman peralihan,sastra melayu ditandai dengan sastra hikayat. Perkembangan terakhir pada masa sastra melayu lama adalah munculnya karya sastra jenis syair.
Sastra Melayu Modern
Kesusastraan Melayu modern terdiridari dua bentuk yaitu puisi dan prosa.Untuk bidang puisi, dapat dilihat dari lahirnya sajak-sajak sejarah melayu (kumpulan puisi) dikarang oleh Muhammad Haji Salleh.Dalam puisi-puisi tersebut,pengarang berhasil mengangkat kembali berbagai peristiwa yang ada dalam sejarah melayu dan memperlihatkan bagaimana relevansinya dengan kehidupan (budaya) masyarakat melayu masa kini.
B.Pembagian Sastra Melayu Berdasarkan Masa-nya :
Menurut Badudu (1983:25)bahwa pembagian sastra melayu berdasarkan masanya meliputi :
Masa Purba
Pada masa ini, kepercayaan masyarakat terhadap tenaga-tenaga gaib dalam alam dan isinya sangatlah besar.itulah sebabnya pada masa ini melahirkan buah kesusastraan yang meliputi dongeng-dongeng seperti dongeng tentang setan atau hantu,dongeng tentang binatang jadi-jadian,dan sebagainya.
Masa Hindu
Pengaruh kebudayaan hindu masuk ke Indonesia diawali dengan masuknya orang-orang hindu ke Indonesia.Oleh sebab itu, masuk pula pengaruh kesusastraan Hindu kedalam kesusastraan melayu, juga kedalam kesusastraan jawa dan sunda.Hasil-hasil sastra mengenai dewa-dewa,mambang dan peri,yang bertalian dengan kepercayaan agama mereka.Seperti hikayat Mahabrata,Ramayana,Sang Bona dan sebagainya.
Masa Arab (islam)
Masuknya agama islam ke Indonesia tentu saja membawa pengaruh dalam kebudayaan bangsa Indonesia.Demikian juga kesusastraannya.Cerita-cerita yang berasal dari negeri Arab dan Persia masuk kedalam kesusastraan melayu baik prosa maupun puisi,sebagai contoh cerita-cerita 1001 malam,hikayat Abu Nawas,raja Ali Haji dan sebagainya serta cerita-cerita Indonesia asli yang telah memasukkan unsur-unsur islam.
C.Perkembangan Sastra Melayu di Indonesia
Perlu diperhatikan bila membicarakan perkembangan sastra dari zaman klasik sastra melayu Aceh hingga kini.Didaerah serambi mekah ini,bahasa yang digunakan dalam penulisan lebih dari satu, yang paling menonjol sebagai media penulisan kreatif ialah bahasa Melayu Pasai,bahasa melayu pasai inilah bahasa melayu sekarang memperoleh bentuk sehingga kemudian tampil sebagai bahasa intelektual dan sastra yang bermartabat.Dari bahasa ini pulalah bahasa melayu riau dan bahasa Indonesia yang kita pakai sampai sekarang dan berakar yang menyatukan bangsa-bangsa dinegeri ini.

D.Jenis-Jenis Sastra Melayu
Gurindam
Gurindam adalah satu bentuk puisi melayu lama yang terdiri dari dua baris kalimat dengan irama akhir yang sama, yang merupakan satu kesatuan yang utuh.Baris pertama berisikan semacam soal, masalah atau perjanjian dan baris ke dua berisikan jawabannya atau akibat dari masalah atau perjanjian pada baris pertama tadi.
Contoh :
Pabila banyak mencela orang Dengan ibu hendaknya hormat
Itulah tanda dirinya kurang Supaya badan dapat selamat
Hikayat
Hikayat adalah salah satu bentuk prosa yang berisikan tentang kisah, cerita,dongeng maupun sejarah.Umumnya mengisahkan tentang kehebatan maupun kepahlawanan seseorang lengkap dengan keanehan, kesaktian serta mukjizat tokoh utama.
Karmina
Karmina atau dikenal dengan nama pantun kilat adalah pantun yang terdiri dari dua baris.Baris pertama merupakan sampiran dan baris kedua adalah isi.Memiliki pola sajak lurus (a-a). Biasanya digunakan untuk menyampaikan sindiran ataupun ungkapan secara langsung.
Contoh :
Sudah gaharu cendana pula
Sudah tahu masih bertanya pula
Pantun
Pantun merupakan sejenis puisi yang terdiri atas 4 baris bersajak a-b-a-b atau a-a-a-a. Dua baris pertama merupakan sampiran, yaitu umumnya tentang alam (flora dan fauna),dua baris terakhir merupakan isi,yang merupakan tujuan dari pantun tersebut.
Contoh :
Kayu cendana diatas batu
Sudah diikat dibawa pulang
Adat dunia memang begitu
Benda yang buruk memang terbuang
Seloka
Seloka merupakan bentuk puisi melayu klasik, berisikan pepatah maupun perumpamaan yang mengandung senda gurau, sindiran bahkan ejekan. Biasanya ditulis empat baris memakai bentuk syair atau pantun, terkadang dapat juga ditemui seloka yang ditulis lebih dari empat baris.
Contoh seloka 4 baris : Contoh seloka lebih dari 4 baris :
Anak pak dolah makan lepat Baik budi emak si Randang
Makan lepat sambil melompat Dagang lalu ditanakkan
Nak hantar kad raya dah tak sempat Tiada berkayu rumah diruntuhkan
Pakai sms pun ok wat ? Anak pulang kelaparan
Anak dipangku diletakkan
Kera dihutan disusui
Syair
Syair adalah puisi atau karangan dalam bentuk terikat yang mementingkan irama sajak.Biasanya terdiri dari 4 baris, berirama a-a-a-a.Keempat baris tersebut mengandung arti atau maksud penyair sedangkan pada pantun 2 baris terakhir yang mengandung maksud.
Talibun
Talibun adalah sejenis puisi lama seperti pantun karena mempunyai sampiran dan isi,tetapi lebih dari 4 baris (mulai dari 6 baris hingga 20 baris).Berirama abc-abc, abcd-abcd, abcde-abcde, dan seterusnya.
Contoh Talibun :
Kalau anak pergi ke pecan
Yu beli belanak beli
Ikan panjang beli dahulu
Kalau anak pergi berjalan
Ibu cari sanakpun cari
Induk semang cari dahulu
E.Pengarang Melayu (Pujangga lama/islam) Beserta Karya-Karyanya
a)Hamzah Fansuri,Karangan-karangannya :
Syair Perahu
Syair Dagang
Syair Si Burung Pingai
Asrar Al-Arifin (Prosa)
b)Syekh Nuruddin Ibnu Ali Ar-Raniri, Karangan-karangannya :
Tibyan Fi Ma’rifat Al-Adyan
Sirata’I Mustaqim
Bustanu’s Salatin (Taman Raja-Raja)
c)Samsuddin As-Samatrani, Karangan-karangannya :
Mi’rat Al-Iman
Mi’rat Al-Mukminin
Sarh Rubali Hamzah Al-Fansuri (tafsir syair-syair Hamzah Fanzuri)
F.Karya-Karya Sastra Melayu Lainnya :
Robinson Crusoe (terjemahan)
Lawan-lawan Merah
Mengelilingi Bumi dalam 80 hari (terjemahan)
Graafde Monte Cristc (terjemahan)
Kapten Flamberger (terjemahan)
Nyai Dasima oleh G.Francis (indo)
Bunga Rampai oleh A.F van Dewall
Kisah Perjalanan Nakhoda Bontekoe
Kisah Pelayaran Ke Pulau Kalimantan
Kisah Pelayaran Ke Makassar dan lain-lainnya

Dan masih ada sekitar 3000 lebih judul karya sastra Melayu-lama lainnya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar